sadako ternyata true story

Katanya sih …… film itu diilhami kisah nyata yang terjadi belasan tahun lalu di Jepang.
Dan sampai saat ini . konon si ‘Gadis Misterius di Sumur Tua’ itu masih sering menampakkan diri.
Seperti yang diceritakan seorang saksi mata dibawah ini.

GADIS MISTERIUS DI SUMUR TUA
(cerita asli dalam bahasa Jepang, telah diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia)
Kami hidup di desa terpencil yang jauh dari hingar bingar kota.
Saya Daijiro, malam itu berkumpul bersama 3 orang teman laki-laki.
Kami merayakan ulang tahun Watanabe, seorang teman saya yang baru pulang dari Tokyo. Saat itu jam menunjukkan pukul 01:30,
Bar tempat kami minum-minum sudah hendak tutup. Maka kami memutuskan untuk melanjutkan ngobrol dirumah Shinosuke, yang paling dekat.
Dan kamipun berjalan menuju kesana. Semua penduduk desa sepertinya telah terlelap tidur diselimuti kabut musim dingin.

Kira-kira 500 meter menjelang rumah Shinosuke ……

Kami melewati sebuah sumur tua ……. !

Tiba-tiba kami dikagetkan suatu hal yang sangat mengerikan …… !!!

Tiba-tiba muncul seorang gadis berpakaian putih panjang dengan berlumur banyak darah.

Sekujur tubuh dan kepala gadis itu penuh berlumuran darah segar…!

Kami berempat tak sanggup berbuat apa- apa …..

kami hanya tertegun ketakutan ….. !!!

Tak sanggup lari karena dicekam ngeri. Bahkan tak sanggup bergerak atau bersuara !!!

Tetapi, gadis itu ternyata hanya berlalu ……

Melewati kami berempat dan terus berjalan menuju sumur tua itu …….

Tak berselang berapa lama gadis itu lenyap, masuk ke dalam sumur tua tersebut ……

Tapi, meskipun gadis itu sudah tak terlihat …..

Kami berempat masih tetap tertegun. Tak bisa berkata sepatahpun, dan kami hanya bisa saling memandang.

Belum sempat kami menenangkan diri, …… selang 1-2 menit kemudian kami kembali dicekam kengerian… …!!!

Gadis misterius itu merangkak keluar dari dalam sumur tua ……!!!

Hanya saja kali ini dengan pakaiannya yang putih panjang tanpa lumuran darah.

Tapi wajah gadis misterius itu tetap tampak pucat dan mengerikan …..

Kali ini gadis itu memandang kepada kami berempat…. ..

Dan tanpa bersuara dia berjalan menghampiri kami berempat…

Kami dicekam perasaan aneh dan ngeri yang amat sangat…… .

Saya sendiri merasa seolah darah di sekujur tubuh saya berhenti mengalir …. !!!

Tubuh ini sama sekali tak sanggup bereaksi untuk menggerakkan kaki saya ……

Rasanya seluruh tubuh tak bisa bergerak !!!

Dengan dicekam kengerian luar biasa ……

Saya melihat gadis misterius itu makin mendekat.

Makin mendekat ……

Dan akhirnya kami berhadapan kira-kira kurang dari 2 meter.

Saya memejamkan mata, dan merasa bahwa saya hampir pingsan saat itu.

Ketika si gadis menyeringai ……..

Meskipun gadis itu tidak bertaring (seperti hantu di film-film horor) ……

Tapi saya merasa bahwa wajahnya saat itu jauh lebih mengerikan dari Dracula yang pernah saya tonton di film …. !!!

Kami berempat sudah benar-benar tercekam rasa ngeri…….

Kami sama sekali tidak sanggup bergerak ….. bahkan bersuara …..

Dan sepertinya hanya bisa pasrah apapun yang akan terjadi .

Kemudian, Kami seolah tak percaya …… si gadis berkata :

Rinso memang Hebaaaaatttttt- ne.
Noda2 bandel bisa hilang…..bersih. ….baju tampak baru

Hahahaha……. Serius amat bacanya. !!! :p

belajar bahasa korea yuk…..????

SILAHKAN…. PELAJARI – SEMOGA BERMANFAAT..

Apa Kabar? = Anyong Aseo
Sampai Jumpa = Anyong
Kurang Ajar = Monyong
Tidak Lurus = Men Chong

Pria suka berdandan = Ben Chong
Tiba-tiba = She Khonyong Khonyong
Gak Punya Duit = Nao Dhong
Pengangguran = Nong Krong
Belanja = Bao Rhong
Merampok = Cho Long
Saringan Botol = Choo Rhong
Kendaraan Berkuda = An Dhong
Jual Mahal = Gheng Xi Dhong
Ngelamun = Bae Ngong
Mulut = Mon Chong
Sosis = Lap Chong
Suami dari adiknya Papa = Ku Chong
Kiss me = Soon Dhong Yang
Sweet memory = Choo Pang Dhong
Mobil mogok = Dho Rong Dhong
Lapangan luas = Park King Lot
Pantat gatal-gatal = Che Bhok Dhong
Nasi dibungkus daun pisang: Lon Thong
Cowok Cakep Kaca Mata: Bae Yong Jun
Cowok Cakep Rambut Lurus: Jang Dong Gun
Cowok Cakep Rambut Keriting: Ahn Jung Hwan
Bagian belakang = Bho Khong
Masih muda = brondhong
Pantat gatal = Ga ruk dong
Telur asin = Ndok A Chin
Sendok Gede = Cen Thong
Celana Sobek = Bho Long
Kepala Botak = Kin Clong
Lagi Menyanyi = Me Lo Lhong
Orang Hitam = Goo Shong
Bibir Ucup = Mo Nyong
Berbulu = Ge Ran Dhong
Jongkok Di Pinggir Kali = Be ol Dong
(Kalau udah bisa coba deh ngobrol – ngobrol sama orang korea pake bahasa ini. gelakguling)

 

cara hack facebook

Kali ini Sahabat Sejati berbagi ilmu Cara Hack Facebook dari percobaan kreatif Hack Facebook seorang teman terhadap situs Facebook yang keren itu Lho. Sebagai solidaritas berbagi ilmu dunia Underground. Jangan ngaku lo hacker, kalo phishing dan skript kediies aja tidak tahu icon wink Cara Hack Facebook . Sebenarnya kegiatan ini termasuk tingkatan level hacker yang paling bawah. Jika Hack Facebook ingin berkembang menjadi hacker sejati, kreatif dan temukan sesuatu yang baru dan share ilmu serta Cara pengalaman pribadi pada hacker atau orang awam lain.

facebook Cara Hack Facebook

Ilmu itu tidak ada batas dan temukan sendiri menurut cara Hack Facebook masing2. Abg sebenarnya tidak ingin jika tutorial ini disalahgunakan komunitas. Abg tidak bertanggung jawab atas segala ulah keisengan atau kegiatan kreatif kalian atas penyalahgunaan artikel ini. Sebenarnyatutorial ini murni sebagai wujud edukasi saja. Semoga tips Hack Facebook ini kalian tidak menjadi salah satu korban “kreatif” temen2 abg didunia maya.

Lihat Cara dibawah untuk mengetahui caranya. Syarat menggunakan teknik ini setidaknya sudah harus tahu cara mengupload file ketempat file hostingan situs dan teman/user Facebook cukup awam pengetahuannya ttg security komputer. Gunakan juga social engineering kalian. Jika Cara Hack trik ini tidak berhasil berhasil lwn Hack mungkin adalah seorang pakar komputer dan mungkin bahkan yang sering mengerjai anda dengan software ini. wkwwk. Jangan lupa gunakan saja hostingan yang gratis.
Baca lebih lanjut

cara download video lewat youtube

Cara Download Youtube video di internet dapat dilakukan dengan banyak cara. Dan pada kesempatan ini saya akan mengulas beberapa diantaranya. Teknik ini saya share hanya sebagai pengetahuan saja, karena pada dasarnya mendownload video youtube adalah melanggar Terms of Service (TOS) dari Youtube. Dan penulis tidak bertanggung jawab atas penyalahgunaan dari trik ini.

“You may access User Submissions for your information and personal use solely as intended through the provided functionality of the YouTube Website. You shall not copy or download any User Submission unless you see a “download” or similar link displayed by YouTube on the YouTube Website for that User Submission.”

Kita bisa menggunakan software seperti IDM (internet download manager), add on seperti youtube downloader, ataupun tanpa menggunakan software hanya memanfaatkan cache yang tersimpan di komputer saja. Untuk mengoptimalkan kecepatan download baca tipsnya di artikel cara mempercepat download.

Kali ini saya akan mencoba menjelaskan macam-macam cara download youtube vidio. Bisa dipilih salah satu dari cara-cara di bawah ini :

1. Download Video youtube memakai IDM
Bisa pakai internet download manager versi idm portable atau idm 5.19 terbaru. Klik aja di sini untuk free download idm 5.19 build 5. Install softwarenya, setelah itu buka video youtube yang akan kamu donlot dan mainkan. Biasanya di bagian atas video akan ada tanda simbol idm berwarna hijau bertuliskan “download this video” yang apabila kamu klik akan mendownload video yang kamu mainkan secara otomatis. Apabila tak mau muncul tandanya, maka kamu perlu menginstall add on mozilla IDM cc (jangan lupa restart firefox setelah proses instalasi selesai). Biasanya berhasil dengan cara ini. Semoga sukses !

2. Download dari youtube dengan add on youtube video downloader (youtube downloader).
Pertama, tambahkan dulu add on-nya ke firefox. klik di sini untuk install Easy youtube video downloader. Dan jangan lupa restart browser mozilla firefox setelah proses instalasi add on selesai. Lalu Buka video youtube di http://www.youtube.com dan mainkan video yang akan kamu unduh. Di pojok kanan bawah komputer kamu akan ada simbol bertuliskan keep berwarna merah. Klik simbol tersebut dan kamu akan dibawa ke suatu situs yaitu http://www.youtubekeep.com. Disitu ada tulisan Choose a Download Format. Pilih format video yang kamu inginkan dan kliklah maka video akan bisa langsung di download sesuai dengan format yang kamu pilih.

3. Download video dari youtube dengan add on Flash Video downloader (browser firefox)

Pakai add on yang bernama Flash Video downloader. Caranya, cukup install saja add-on untuk browser firefox tersebut dan setelahnya restart browser seperti yang diperintahkan. Setelah itu di bagian atas browser kamu akan ada tanda panah mengarah ke bawah.

Kalau ada sebuah file video berformat .flv dimainkan, seperti youtube misalnya, maka secara otomatis panah tersebut akan berwarna biru. Kalau ingin download video, tinggal klik saja panahnya dan kamu akan dibawa menuju halaman baru berisi link download. Silahkan di download deh.

Add-on tersebut bisa kamu dapatkan di sini flash video downloader.

4. Cara download Video Youtube dengan Keepvid
Banyak yang bilang ini adalah cara paling mudah dan cepat, meskipun saya tak sependapat. :P Sebelum memakai cara ini pastikan komputer kalian sudah terinstall Java. Oke, aku anggap java sudah terinstall di PC kita. Pertama kali, buka video youtubenya dan kopi url videonya, seperti pada gambar di bawah.

cara download video youtube

Setelah itu buka situs keepvid.com. Dan pastekan url youtube tadi di box yang tersedia.

Langkah terakhir, klik download. Maka di bawahnya akan muncul link download yang bisa dipilih formatnya. Mau download format 3gp, flv, atau mp4. Tinggal klik saja link tersebut. :D

5. Download video dari youtube dengan Freemake Video downloader
Dengan software freeware ini, dari situsnya dikatakan hanya dengan 2 klik kita akan mampu untuk download video dengan mudah dari YouTube, Facebook, MTV, MTV Music, Google Video, Dailymotion, Megavideo, Metacafe, Vimeo, Veoh, Break, Stupidvideos, Photobucket dan juga bisa merubah format filenya ke AVI atau MP3. Klik di sini untuk download freemake video downloader.
Catatan: Software “free video downloader” ini hanya bisa berjalan di net framework 4. Jadi harus menginstall net framework 4 dulu agar bisa berfungsi. Bisa didownload di situs resminya microsoft.

Okey, sementara itu dulu untuk bahasan berbagai cara download youtube video ke komputer kita. Semoga nanti bisa diupdate untuk tips triknnya. Di postingan berikutnya saya akan mencoba menjelaskan cara download video youtube tanpa software. Terima kasih telah mau berkunjung ke blog it’s my story ini. Yang mana isinya kebanyakan memang hanya story (cerita) pribadi penulis baik itu tentang seo, game, software, artis, berita terkini maupun hal yang lainnya.

gunakan software seperti IDM (internet download manager), add on seperti youtube downloader, ataupun tanpa menggunakan software hanya memanfaatkan cache yang tersimpan di komputer saja. Untuk mengoptimalkan kecepatan download baca tipsnya di artikel cara mempercepat download.Bisa pakai internet download manager versi idm portable atau idm 5.19 terbaru. Klik aja di sini untuk free ad dari youtube dengan add on youtube video downloader (youtube downloader).

Check out my Guestbook!

[slideguest id=1945555039049817941&w=550&h=425]

Kriya Batik

Seni kriya batik Indonesia sudah menjadi warisan dunia. Kain batik sangat dekat dengan kehidupan sebagian besar masyarakat kita. Sejak lahir hingga meninggal, dalam kehidupan sehari-hari atau pada acara penting, hampir semua kalangan sering mengenakan batik.

batik-tulisPrinsip utama dalam proses membatik adalah tutup celup. Bagian tertentu kain ditutup dengan bahan lilin dengan menggunakan alat bernama canting untuk merintangi warna pada saat dicelup. Pada batik tradisional, lilin penutup berupa motif hias (isen) yang beraneka ragam. Teknik membatik ini dinamakan teknik tulis. Hasilnya adalah batik tulis.

batik-capTeknik membatik yang lain adalah teknik cap menggunakan alat berupa cap dari bahan tembaga yang dibentuk menjadi motif hias tertentu. Hasilnya disebut batik cap. Berbeda dengan canting yang harus dituliskan, alat cap dapat menghasilkan motif hias yang berulang-ulang.

Ada juga istilah batik printing. Batik printing adalah kain bermotif hias batik yang diproduksi dengan menggunakan teknik mirip sablon.

Saat ini, membatik tidak hanya dilakukan di atas kain mori. Membatik dapat juga dilakukan di atas kain sutra, kulit, dan kayu. Jenis dan fungsinya juga beraneka ragam. Ada yang dipakai sebagai kain untuk upacara, ikat kepala, seprai, taplak meja, sarung bantal, tutup kap lampu, atau hiasan dinding. Untuk menambah daya tarik, warna keemasan (prada) juga sering digunakan. Beberapa perupa juga menjadikan batik sebagai media berkarya seni lukis. Salah satunya Amri Yahya dari Yogyakarta.

Pusat kriya batik terdapat di beberapa kota di Nusantara, seperti Cirebon, Pekalongan, Yogyakarta, dan Solo. Beberapa daerah di luar Pulau Jawa, seperti Madura, Jambi, dan Papua pun menghasilkan batik.
Kriya Tenun

Proses pembuatan kriya tekstil ada yang menggunakan teknik mesin dan alat tenun bukan mesin. Salah satu alat tenun bukan mesin adalah tustel. Pada proses menenun dengan alat tenun bukan mesin ini, benang dipersiapkan untuk ditenun dengan posisi membujur dan melintang untuk menganyam. Benang pakan (benang yang melintang horizontal) diatur posisinya sebagai benang lungsi (benang yang membujur vertikal) sehingga jika digunakan benang warna-warni akan membentuk motif tertentu.

tenun-ikat

songketPusat kriya tenun di Indonesia menyebar di Pulau Jawa, Bali, Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur. Adapun jenis kriya tenun yang dihasilkan adalah tenun ikat dan songket. Istilah ikat digunakan untuk nama jenis tenun karena sebelum ditenun menjadi kain, helaian benang diikat dan dicelupkan ke dalam pewarna terlebih dahulu. Di beberapa daerah ada kain tenun yang mempunyai kesamaan teknik, tetapi motif hiasnya berbeda. Hal ini menjadi ciri khas jenis kain tenun dari setiap daerah. Misalnya, kain ulos dari daerah Batak, kain tapis dari Lampung, kain troso dari Jepara, atau kain songket yang dibuat di Sumatera, Bali, Kalimantan dan Sumbawa.
Kriya Bordir

Ketika memakai pakaian, selain mempertimbangkan aspek kegunaan, keluwesan, dan kenyamanan, manusia juga memperhatikan nilai keindahan. Salah satu hal yang menentukan nilai keindahan sehelai kain atau pakaian adalah hiasannya. Disamping batik, penerapan motif hias pada kain adalah bordir. Bordir adalah hiasan dari benang yang dijahitkan pada kain. Istilah lain yang hampir sama dengan teknik bordir adalah teknik sulam.

bordirSalah satu pusat bordir terkenal adalah Tasikmalaya, Jawa Barat. Di sini, bordir diterapkan pada pakaian, taplak, kerudung, dan mukena. Motif hias kreasi dari hasil kreativitas pengrajin setempat dan ada juga motif hias kreasi baru dari luar daerah. Motif hias tersebut bisa disesuaikan dengan pesanan konsumen.

Sumber: Seni dan Budaya, Harry Sulastianto, dkk
(Dilihat 1,699 kali)

Kategori: Dibuat oleh Pointer
Topik: Indonesia Tercinta

makalah qadariyah

MAKALAH
A“ QADARIYH “

 

PENYUSUN :

4.         ZULFA ZULFI Z ( 32)

 

 

MAN 2 KOTA KEDIRI

 

Jalan Sunan Ampel – Nronggo – Kota Kediri, Kode Pos 64127

Telepon (0354) 672248 Fax (0354) 672248 e-mail : man_2kdr@yahoo.com

 

KATA PENGANTAR

 

Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa  yang telah memberikan rahmat serta hidayah-Nya  sehingga penyusunan tugas ini dapat diselesaikan.

 

Tugas ini disusun untuk diajukan sebagai  tugas mata pelajaran aqidah akhlak dengan judul “qadariyah” .

 

Terima kasih disampaikan kepada Ibu. Badi’ah selaku guru pembimbing mata pelajaran aqidah akhlak demi lancarnya tugas ini.

 

Demikianlah tugas ini disusun semoga bermanfaat, agar dapat memenuhi tugas mata pelajaran aqidah akhlak

 

 

 

 

 

Penyusun

DAFTAR ISI

LAMPIRAN……………………………………………………………………………………….     1

KATA PENGANTAR………………………………………………………………………..     2

BAB I. PENDAHULUAN

1.1 DEFINISI DAN RUANG LINGKUP………………………………….     3

1.2 TUJUAN PERMASALAHAN……………………………………………     3

1.3 MEMAHAMI PERSOALAN……………………………………………..     3

BAB II. PEMBAHASAN

2.1 ASAL-USUL KEMUNCULAN QADARIYAH………………….     5

2.2 DOKTRIN-DOKTRIN QADARIYAH………………………………..     7

2.3 FIRQAH QADARIYAH……………………………………………………..     9

2.4 SEBAB-SEBAB MUNCULNYA QADARIYAH…………………   10

2.5 DASAR AJARAN QADARIYAH………………………………………   11

BAB III. PENUTUP

3.1 KESIMPULAN…………………………………………………………………..   15

DAFTAR PUSTAKA…………………………………………………………………………   16

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 DEFINISI  DAN RUANG LINGKUP

 

Qadariyah berasal dari bahasa arab, yaitu dari bahasa qadara yang artinya kemampuan dan kekuatan. Adapun menurut pengertian termonologi, Qadariyah adalah suatu aliran yang percaya bahwa segala tindakan manusia tidak diintervensi oleh tuhanberdasarkan pengertian tersebut, dapat dipahami bahwa Qadariyah dipakai untuk nama aliran yang memberi penekanan atas kebebasan dalam hal ini, Harun Nasution menegaskan bahwa kaum Qadariyah berasal dari pengertian bahwa manusia mempunyai qudrah atau kekuatan untuk melaksanakan kehendaknya, dan bukan berasal dari pengertian bahwa manusia harus tunduk pada qadar tuhan.

 

1.2 TUJUAN

Tujuan qadariyah        :

1.      manusia mempunyai qudrah atau kekuatan untuk melaksanakan kehendaknya.

2.      memberikan pengetahuan tentang islam.

3.      agar tidak mengingkari ilmu Allah SWT.

4.      agar mempercayai takdir Allah SWT.

 

1.3 MEMAHAMI PERSOALAN

Memahami persoalan Qadariyah yang menjadi salah satu pokok bahasan utama dalam sejarah teologi Islam, dapat dilihat dari dua sisi pandang, yang pertama adalah sosiologis masyarakat Arab dan kedua yaitu apa yang kita sebut dengan institusi atau aliran pemahaman

 

A. Sosiologis masyarakat Arab

Kondisi sosiologis masyarakat Arab, dengan suasana teriknya panas dan tanah berupa padang pasir tandus, menjadikan mereka tidak banyak menemukan cara untuk merubah hidup ke arah yang lebih baik. Hal inilah kemudian menggiring pemahaman jabary atau fatalism ke dalam paradigma berfikir mereka.

Disamping itu, kuatnya iman terhadap qudrat dan iradat Allah SWT, ditambah pula dengan sifat wahdaniyat-Nya juga mendorong kuatnya pola fikir tersebut.

 

B. Institusi atau aliran pemahaman

Pola fikir masyarakat Arab seperti tersebut di atas, menjadi sebuah aliran (institusi) setelah muncul orang (figur) yang menguatkan dan mengembangkan pemahaman tersebut. Tertulis dalam buku-buku sejarah, dua aliran yang saling bertentangan dalam hal pemikiran teologi yaitu Jabariyah dan Qadariyah.

 

Makalah ini akan membahas persoalan teologi kedua aliran tersebut, yaitu asal-usul, dasar ajaran dan perbandingan pemikiran teologi terkait dengan perbuatan Tuhan dan perbuatan manusia, dengan lebih mengedepankan telaah institutif, dan tidak secara sosiologis.

BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Asal – usul kemunculan qadariyah

Penamaan aliran Qadariyah didasarkan pada pandangan kelompok ini yang percaya akan tidak adanya intervensi Tuhan terhadap perbuatan manusia. Kata Qadara berasal dari bahasa Arab, artinya kemampuan, kekuatan, memutuskan. Dalam bahasa Inggris, sering disebut dengan istilah free will atau free act (kebebasan berkehendak dan kebebasan berbuat).

 

Arti Qadariyah secara terminologis adalah satu aliran yang percaya akan kebebasan manusia bertindak dan menentukan pilihan perbuatan tanpa peran Tuhan. Setiap manusia adalah pencipta bagi perbuatannya, dengan demikian, kita dapat berbuat sesuatu atau meninggalkannya atas kehendaknya sendiri. Manusia memiliki qudrah atau kekuatan untuk melaksanakan kehendaknya, dapat memilih mana yang baik dan mana yang buruk. Terdapat dua pendapat tentang penamaan aliran Qadariyah; pertama, pendapat yang menyandarkan kepada orang-orang yang berpendapat bahwa manusia adalah pencipta dan memiliki kekuatan mutlak terhadap apa yang akan diperbuatnya, tanpa intervensi apapun dari Tuhan. Dan kedua, adalah orang-orang yang berkeyakinan bahwa qudrah manusia bukan pada penciptaan perbuatan tetapi pada pemilihan dan pelaksanaan perbuatan tersebut.

 

Secara pasti, tidak dapat diketahui kapan tepatnya aliran Qadariyah ini lahir dan hal ini masih menjadi perdebatan di kalangan ahli sejarah. Pendapat yang populer, mengatakan bahwa faham Qadariyah pertama kali dimunculkan pada akhir masa Sahabat sekitar tahun 70 H/689 M, oleh Ma’bad al-Juhani (w. 80 H/699 M) dan Ghailan ad-Dimasyqi (w. 105 H/722 M).

 

Ma’bad al-Juhani adalah seorang Taba’i yang dapat dipercaya dan pernah berguru dengan Hasan al-Basri. Sedangkan Ghailan ad-Dimasyqi adalah seorang orator berasal dari Damaskus. Faham Qadariyah diduga berasal dari orang Irak bernama Susan. Susan adalah penganut filsafat Nasrani Sekte Nestorian yang mendirikan sekolah filsafat di Gundisapur, dan berdekatan dengan Basrah. Sekte Nestorian ini mengadopsi filsafat Yunani aliran Epikureanisme (Abiquriyyun), dengan konsepnya : Dikarenakan perbuatan-perbuatan kita adalah bebas, dan kepada merekalah (perbuatan-perbuatan tersebut) dilekatkan pujian dan celaan. Shobarin Syakur, Sejarah Ilmu Kalam dan Pemahaman Qada dan Qadar yang beragama Kristen, kemudian memeluk agama Islam, dan kembali lagi ke Kristen. Dari Susan inilah Ma’bad dan Ghailan mengambil faham tersebut.

 

Pendapat lain, W. Montgomery Watt menemukan dokumen lain yang menyatakan bahwa faham Qadariyah terdapat dalam Kitab ar-Risalah dan ditulis untuk Khalifah Abdul Malik oleh Hasan al-Basri sekitar tahun 700 M.

 

Dengan disebutkannya Ma’bad al-Juhani pernah berguru dengan Hasan al-Basri pada keterangan Adz-Dzahabi dalam kitab Mizan al-I’tidal, maka sangat mungkin faham Qadary mula-mula dikenalkan oleh Hasan al-Basri dalam bentuk kajian-kajian keIslaman, kemudian dicetuskan oleh Ma’bad al-Juhani dan Ghailan ad-Dimasyqi dalam bentuk aliran (institusi).

2.2 Doktrin-Doktrin Qadariyah

 

Dalam kitab Al-Milal wa An-Nihal , pembahasan masalah Qadariyah disatukan dengan pembahasan tentang doktrin-doktrin Mu’tazilah, sehingga perbedaan antara kedua aliran ini kurang begitu jelas. Ahmad Amin juga menjelaskan bahwa doktrin qadar lebih luas di kupas oleh kalangan Mu’tazilah sebab faham ini juga menjadikan salah satu doktrin Mu’tazilah akibatnya, orang menamakan Qadariyah dengan Mu’tazilah karena kedua aliran ini sama-sama percaya bahwa manusia mempunyai kemampuan untuk mewujudkan tindakan tanpa campur tangan tuhan.

 

Harun Nasution menjelaskan pendapat Ghailan tentang doktrin Qadariyah bahwa manusia berkuasa atas perbuatan-perbuatannya. Mansuia sendiri pula melakukan atau menjauhi perbuatan atau kemampuan dan dayanya sendiri. Salah seorang pemuka Qadariyah yang lain , An-Nazzam , mengemukakan bahwa manusia hidup mempunyai daya dan ia berkuasa atas segala perbuatannya.

 

Dari beberapa penjelasan diatas ,dapat di pahami bahwa segala tingkah laku manusia dilakukan atas kehendaknya sendiri. Mansuia mempunyai kewenangan untuk melakun segala perbuatan atas kehendaknya sendiri, baik berbuat baik maupun berbuat jahat. Oleh karena itu, ia berhak mendapatkan pahala atas kebaikan yang dilakukannya dan juga berhak mendapatkan pahala atas kebaikan yang dilakukannya dan juga berhak pula memproleh hukuman atas kejahatan yang diperbuatnya.

 

Seseorang diberi ganjaran baik dengan balasan surga kelak di akhirat dan diberi ganjaran siksa dengan balasan neraka kelak di akhirat,itu berdasarkan pilihan pribadinya sendiri ,bukan akhir Tuhan.Sungguh tidak pantas,manusia menerima siksaan atau tindakan salah yang dilakukan bukan atas keinginan dan kemampuannya sendiri.

 

Faham takdir dalam pandang Qadariyah bukanlah dalam pengertian takdir yang umum di pakai bangsa Arab ketika itu,yaitu faham yang mengatakan bahwa nasib manusia telah di tentukan terlebih dahulu. Dalam perbuatan-perbuatannya,manusia hanya bertindak menurut nasib yang telah di tentukan sejak azali terhadap dirinya.Dalam faham Qadariyah,takdir itu ketentuan Allah yang di ciptakan-Nya bagi alam semesta beserta seluruh isinya,sejak azali,yaitu hukum yang dalam istilah Al-Quran adalah sunatullah.

 

Seseorang diberi ganjaran baik dengan balasan surga kelak di akhirat dan diberi ganjaran siksa dengan balasan neraka kelak di akhirat,itu berdasarkan pilihan pribadinya sendiri ,bukan akhir Tuhan.Sungguh tidak pantas,manusia menerima siksaan atau tindakan salah yang dilakukan bukan atas keinginan dan kemampuannya sendiri.

 

Secara alamiah, sesungguhnya manusia telah mailiki takdir yang tidak dapat diubah. Manusia dalam dimensi fisiknya tidak dapat berbuat lain, kecuali mengikuti hukum alam. Misalnya, manusia ditakdirkan oleh Tuhan tidak mempunyai sirip atau ikan yang mampu berenang dilautan lepas. Demikian juga manusia tidak mempunyai kekuatan. Seperti gajah yang mampu mambawa barang beratus kilogram, akan tetapi manusia ditakdirkan mempunyai daya pikir yang kreatif, demikian pula anggota tubuh lainnya yang dapat berlatih sehingga dapat tampil membuat sesuatu ,dengan daya pikir yang kreatif dan anggota tubuh yang dapat dilatih terampil. Manusia dapat meniru apa yang dimiliki ikan. Sehingga ia juga dapat berenang di laut lepas.

Demikian juga manusia juga dapat membuat benda lain yang dapat membantunya membawa barang seberat barang yang dibawa gajah. Bahkan lebih dari itu, disinilah terlihat semakin besar wilayah kebebasan yang dimiliki manusia. Suatu hal yang benar-benar tidak sanggup diketahui adalah sejauh mana kebebasan yang dimiliki manusia ? siapa yang membatasi daya imajinasi manusia? Atau dengan pertanyaan lain, dimana batas akhir kreativitas manusia?

 

Dengan pemahaman seperti ini, kaum Qadariyah berpendapat bahwa tidak ada alasan yang tepat untuk menyadarkan segala perbuatan manusia kepada perbuatan tuhan. Doktrin-doktrin ini mempunyai tempat pijakan dalam doktrin islam sendiri. Banyak ayat Al-Qur’an yang mendukung pendapat ini,

 

2.3     FIRQAH QADARIYAH

 

Mereka adalah firqah yang mengingkari ilmu Allah terhadap perbuatan hamba-Nya sebelum terjadi dan mereka berkeyakinan bahwa Allah belum membuat ketentuan apapun pada makhluk-Nya. Mereka menyatakan bahwa tidak ada taqdir, semua perkara adalah Unuf .

 

Dan sebelum perkara terjadi Allah tidak menetukan dan tidak mengetahuinya, bahkan Allah baru mengetahuinya setelah terjadi. Dan mereka menyatakan bahwa Allah bukan pencipta perbuatan hamba dan tidak membuat ketentuan dan ketentuan takdir apa pun.

 

Mereka sangat mirip dengan kaum Majusi yang meyakini dua tuhan, tuhan cahaya dan tuhan kegelapan sehingga Rasulullah menegaskan bahwa Qadariyah adalah Majusi umat ini, berdasarkan hadits dari Abdullah bin Umar , beliau bersabda : “Qadariyah adalah Majusinya umat ini, jika mereka sakit janganlah kalian menjenguknya dan jika mereka mati janganlah kalian menyaksikan jenazahnya.

 

Imam Abu Tsaur ditanya tentang Qadariyah, maka beliau menjawab : “Dia adalah orang yang menyatakan bahwa Allah tidak menciptakan perbuatan hamba-Nya, tidak menetukan dan tidak menciptakan perbuatan maksiat pada hamba.

 

Orang yang pertama kali menggulirkan paham Qadariyah adalah Ma’bad al-Juhani pada akhir masa generasi Shahabat, seperti yang dituturkan Imam Muslim dari Yahya bin Ya’mur, menerut satu riwayat, Ma;bad mengambil faham Qadariyah dari seorang laki-laki Nashrani bernama Susan kemudian pemikiran dan pemahaman itu disebabkan oleh Ghailan ad-Dimasqi, seperti yang dituturkan oleh al-Auza’i.

 

Kesesatan Qadariyah menimbulkan dua kebi’ahan dalam agama yang sangat besar :

Pertama : Pengingkaran mereka terhadap ilmu Allah yang telah mendahului setiap kejadian, padahal tidak ada suatu kejadian apapun di alam semesta kecuali pasti diketahui Allah.

Kedua : Keyakinan mereka bahwa hamba sendiri yang mempunyai kuasa penuh untuk mewujudkan perbuatan.

 

2.4 Sebab-sebab munculnya aliran Qadariah

Ada dua sebab utama yang dapat dikategorikan menjadi sebab munculnya faham dan aliran Qadariyah yaitu :

 

a.             Masyarakat Arab yang cenderung fatalis, kehidupan yang serba sulit, faktor alam yang tidak mendukung untuk lepas dari faham tersebut. Agama Islam yang dianut oleh mereka justru menjadikan mereka bertambah dalam ke faham fatalis tersebut. Allah SWT telah menentukan nasib manusia terlebih dahulu, dalam perbuatannya, manusia hanya bertindak menurut nasib yang ditentukan sejak azali. Ada Sunnatullah yang hadir dalam setiap detak dan detik denyut kehidupan semesta ini, dan manusia hanya bertindak menurut nasib yang telah ditentukan.

 

b.            Secara politis, pemerintah yang berkuasa ketika itu, Bani Umayyah, menganut dan menekankan faham fatalis, serta menjadikannya legitimasi kekuasaan yang dipegang. Apa yang menjadi ketetapan penguasa adalah takdir Tuhan, sehingga siapapun yang menentang, maka sama saja dengan menentang ketentuan Tuhan. Hadirnya Qadariyah dianggap sebagai hambatan dan dukungan kepada kelompok yang kritis terhadap rezim. Faham Takdir yang dikembangkan Qadariyah sangat berbeda dengan keyakinan pemerintah.

 

Seiring perjalanan penyebaran faham ini, Ma’bad al-Juhani terlibat dalam gerakan politik menentang pemerintahan Umayyah. Beliau memihak kepada ‘Abdurrahman ibn al-Asy’as, Gubernur Sajistan wilayah kekuasann Bani Umayyah. Dan pada satu pertempuran, Ma’bad al-Juhani terbunuh pada tahun 80H.

 

Ghailan ad-Dimasyqi menjadi penerus aliran Qadariyah pasca terbunuhnya Ma’bad al-Juhani. Faham ini menyebar luas ke wilayah Damaskus, namun mendapat larangan dari Khalifah Umar bin Abdul Aziz.

 

Setelah Umar bin Abdul Aziz wafat, penyebaran faham ini dapat berlangsung lama, tapi Ghailan dihukum mati oleh Khalifah Hisyam bin Malik (724-743 M). Ada dialog singkat sebelum dia dibunuh :

 

“Manusia berkuasa atas perbuatan-perbuatannya, manusia sendirilah yang melakukan perbuatan-perbuatan baik atas kehendak dan kekuasaannya sendiri. Dan manusia sendiri yang melakukan atau menjauhi perbuatan-perbuatan jahat atas kemauan dan dayanya sendiri”

 

 

2.5 Dasar Ajaran

Faham Qadariyah, bukanlah faham yang semata-mata disandarkan kepada akal fikiran saja. Terbukti, mereka banyak menjadikan ayat-ayat al-Qur’an sebagai pijakan dan penafsiran faham mereka, antara lain :

 

a. QS. Al-Kahfi : 29

Artinya : Dan Katakanlah: “Kebenaran itu datangnya dari Tuhanmu; Maka barangsiapa yang ingin (beriman) hendaklah ia beriman, dan barangsiapa yang ingin (kafir) Biarlah ia kafir”. Sesungguhnya kami Telah sediakan bagi orang orang zalim itu neraka, yang gejolaknya mengepung mereka. dan jika mereka meminta minum, niscaya mereka akan diberi minum dengan air seperti besi yang mendidih yang menghanguskan muka. Itulah minuman yang paling buruk dan tempat istirahat yang paling jelek.

 

b. QS. Ali Imran : 165

165.  Dan Mengapa ketika kamu ditimpa musibah (pada peperangan Uhud), padahal kamu Telah menimpakan kekalahan dua kali lipat kepada musuh-musuhmu (pada peperangan Badar), kamu berkata: “Darimana datangnya (kekalahan) ini?” Katakanlah: “Itu dari (kesalahan) dirimu sendiri”. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

c. QS. Ar-Ra’d : 11

11.  Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak merobah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merobah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, Maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia.

d. QS. An-Nisaa : 111

111. Barangsiapa yang mengerjakan dosa, Maka Sesungguhnya ia mengerjakannya untuk (kemudharatan) dirinya sendiri. dan Allah Maha mengetahui lagi Maha Bijaksana.

e. QS. Fussilat : 40

40.  Sesungguhnya orang-orang yang mengingkari ayat-ayat kami, mereka tidak tersembunyi dari kami. Maka apakah orang-orang yang dilemparkan ke dalam neraka lebih baik, ataukah orang-orang yang datang dengan aman sentosa pada hari kiamat? perbuatlah apa yang kamu kehendaki; Sesungguhnya dia Maha melihat apa yang kamu kerjakan.

 

 

f. QS. As-Sajadah : 40

4.  Allah lah yang menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya dalam enam masa, Kemudian dia bersemayam di atas ‘Arsy[1188]. tidak ada bagi kamu selain dari padanya seorang penolongpun dan tidak (pula) seorang pemberi syafa’at[1189]. Maka apakah kamu tidak memperhatikan?

[1188]     bersemayam di atas ‘Arsy ialah satu sifat Allah yang wajib kita imani, sesuai dengan kebesaran Allah dsan kesucian-Nya.

[1189]    Syafa’at: usaha perantaraan dalam memberikan sesuatu manfaat bagi orang lain atau mengelakkan sesuatu mudharat bagi orang lain. syafa’at yang tidak diterima di sisi Allah adalah syafa’at bagi orang-orang kafir.

 

Dari ayat-ayat di atas, faham tentang taqdir ini meluas dan berkembang. Dalam Kitab al-Milal wan Nihal, pembahasan masalah Qadariyah disatukan dengan pembahasan doktrin-doktrin Mu’tazilah, sehingga perbedaan kedua aliran ini tidak begitu jelas. Ahmad Amin juga menjelaskna bahwa doktrin Qadar lebih luas dikupas oleh kalangan Mu’tazilah, sebab faham ini juga menjadikan salah satu doktrin Mu’tazilah. Akibatnya orang menamakan Qadariyah dengan Mu’tazilah karena kedua lairan ini sama-sama percaya bahwa manusia mempunyai kemampuan untuk mewujudkan tindakan tanpa campur tangan Tuhan.  Dalam faham Qadariyah, Takdir difahami sebagai ketentuan Allah yang diciptakannya bagi alam semesta beserta seluruh isinya sejak azali, yaitu hukum alam yang dalam isltilah al-Qur’an disebut Sunnatullah. Seseorang diberi ganjaran baik dengan balasan surga kelak di akhirat. Dan seseorang akan diberi ganjaran siksa  di neraka. Semua ini atas pilihan sadar manusia sendiri, bukan pilihan akhir Tuhan. Tidaklah pantas manusia menerima siksaan atas tindakan salah yang dilakukan bukan atas keinginan dan kemampuannya sendiri.

 

Kemudian, dengan potensi yang diberikan Tuhan, manusia dapat mengembangkan sunnatullah yang ada. Contoh; manusia yang ditakdirkan tidak dapat mengangkat beban seperti kekuatan gajah. Tapi potensi yang ada, manusia dapat berfikir mengangkat dengan menggunakan alat. Kreatifitas inilah yang menjadi keyakinan aliran ini. Hanya saja faham ini masih menyisakan pertanyaan, sejauh mana kebebasan yang dimiliki manusia? Siapa yang membatasi daya imajinasi manusia? Dimana batas akhir kreatifitas manusia?

 

Dilihat dari pendapat di atas, Qadariyah yang ada, lebih cenderung kepada pendapat yang mengatakan bahwa aliran Qadariyah disandarkan kepada orang-orang yang meyakini adanya sunnatullah sebagai alternative-alternatif pilihan yang diciptakan Tuhan dan manusia mempunyai kebebasan untuk memilih dan menentukan perbuatan tersebut.

 

 

 

Berbeda dengan apa yang penulis baca pada makalah Zainal Abidin Syamsuddin, Lc. Beliau mengutip Hadits dari Abdullah ibn Umar : Nabi SAW bersabda : Qadariyah adalah majusinya umat ini, jika mereka sakit janganlah kalian menjenguknya dan jika mereka mati janganlah kalian menyaksikan jenazahnya.

BAB III

PENUTUP

3.1     Kesimpulan

 

 

Konsep Pemikiran Qadariyah tentang Perbuatan Tuhan dan Perbuatan Manusia

 

Tuhan adalah pencipta alternative atau pilihan takdir. Alternatif ketentuan Allah yang diciptakan bagi alam semesta beserta seluruh isinya sejak azali, yaitu hukum alam yang dalam istilah al-Qur’an disebut Sunnatullah.

Manusia menjadi penentu akhir perbuatan yang akan dilakukannya, karena memiliki kekuatan dan kemampuan untuk memilih yang baik atau yang buruk tanpa intervensi Tuhan.

Seseorang diberi ganjaran baik dengan balasan surga kelak di akhirat. Dan seseorang akan diberi ganjaran siksa  di neraka. Semua ini atas pilihan sadar manusia sendiri, bukan pilihan akhir Tuhan. Tidaklah pantas manusia menerima siksaan atas tindakan salah yang dilakukan bukan atas keinginan dan kemampuannya sendiri.

DAFTAR PUSTAKA

Abbas, Siradjudin, I’tiqad Ahlussunnah wal Jama’ah, Jakarta: Pustaka Tarbiyah, 1971.

Al-Mishri, Muhammad Abdul Hadi, Manhaj dan Aqidah Ahlussunnah wal Jama’ah, Menurut Pemahaman Ulama Salaf, Jakarta: Gema Insani Press, 1992.

Mu’in, M. Taib Abdul, Ilmu Kalam, Jakarta: Widjaya, 1997.

Nasir, Sahilun A., Pengantar Ilmu Kalam, Jakarta: Rajawali Press, 1991.

Nasution, Harun, Teologi Islam, Aliran-aliran Sejarah Analisa Perbandingan, Jakarta: UI Press, 2002.

Harun Nasution, Teologi Islam: Aliran-aliran, sejarah analisa perbandingan,

LINK :

www.ahmad-mubarok.blogspot.com/2008/09/ilmu-kalam.html

 

http://ibnuramadan.wordpress.com/category/qadariyah/

 

http://peziarah.wordpress.com/2007/03/07/jabariyah-dan-qadariyah/

 

http://www.scribd.com/doc/22264560/Qadariyah-Jabariyah

 

http://artikelthoyib.blogspot.com/2010/01/qadariyah.html

 

 

 

 

. ZULFA ZULFI Z ( 32 )

MAN 2 KOTA KEDIRI

Jalan Sunan Ampel – Nronggo – Kota Kediri, Kode Pos 64127
Telepon (0354) 672248 Fax (0354) 672248 e-mail : man_2kdr@yahoo.com

KATA PENGANTAR

Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan rahmat serta hidayah-Nya sehingga penyusunan tugas ini dapat diselesaikan.

Tugas ini disusun untuk diajukan sebagai tugas mata pelajaran aqidah akhlak dengan judul “qadariyah” .

Terima kasih disampaikan kepada Ibu. Badi’ah selaku guru pembimbing mata pelajaran aqidah akhlak demi lancarnya tugas ini.

Demikianlah tugas ini disusun semoga bermanfaat, agar dapat memenuhi tugas mata pelajaran aqidah akhlak

Penyusun

DAFTAR ISI

LAMPIRAN 1
KATA PENGANTAR 2
BAB I. PENDAHULUAN
1.1 DEFINISI DAN RUANG LINGKUP 3
1.2 TUJUAN PERMASALAHAN 3
1.3 MEMAHAMI PERSOALAN 3
BAB II. PEMBAHASAN
2.1 ASAL-USUL KEMUNCULAN QADARIYAH 5
2.2 DOKTRIN-DOKTRIN QADARIYAH 7
2.3 FIRQAH QADARIYAH 9
2.4 SEBAB-SEBAB MUNCULNYA QADARIYAH 10
2.5 DASAR AJARAN QADARIYAH 11
BAB III. PENUTUP
3.1 KESIMPULAN 15
DAFTAR PUSTAKA 16

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 DEFINISI DAN RUANG LINGKUP

Qadariyah berasal dari bahasa arab, yaitu dari bahasa qadara yang artinya kemampuan dan kekuatan. Adapun menurut pengertian termonologi, Qadariyah adalah suatu aliran yang percaya bahwa segala tindakan manusia tidak diintervensi oleh tuhanberdasarkan pengertian tersebut, dapat dipahami bahwa Qadariyah dipakai untuk nama aliran yang memberi penekanan atas kebebasan dalam hal ini, Harun Nasution menegaskan bahwa kaum Qadariyah berasal dari pengertian bahwa manusia mempunyai qudrah atau kekuatan untuk melaksanakan kehendaknya, dan bukan berasal dari pengertian bahwa manusia harus tunduk pada qadar tuhan.

1.2 TUJUAN
Tujuan qadariyah :
1. manusia mempunyai qudrah atau kekuatan untuk melaksanakan kehendaknya.
2. memberikan pengetahuan tentang islam.
3. agar tidak mengingkari ilmu Allah SWT.
4. agar mempercayai takdir Allah SWT.

1.3 MEMAHAMI PERSOALAN

Memahami persoalan Qadariyah yang menjadi salah satu pokok bahasan utama dalam sejarah teologi Islam, dapat dilihat dari dua sisi pandang, yang pertama adalah sosiologis masyarakat Arab dan kedua yaitu apa yang kita sebut dengan institusi atau aliran pemahaman

A. Sosiologis masyarakat Arab

Kondisi sosiologis masyarakat Arab, dengan suasana teriknya panas dan tanah berupa padang pasir tandus, menjadikan mereka tidak banyak menemukan cara untuk merubah hidup ke arah yang lebih baik. Hal inilah kemudian menggiring pemahaman jabary atau fatalism ke dalam paradigma berfikir mereka.
Disamping itu, kuatnya iman terhadap qudrat dan iradat Allah SWT, ditambah pula dengan sifat wahdaniyat-Nya juga mendorong kuatnya pola fikir tersebut.

B. Institusi atau aliran pemahaman

Pola fikir masyarakat Arab seperti tersebut di atas, menjadi sebuah aliran (institusi) setelah muncul orang (figur) yang menguatkan dan mengembangkan pemahaman tersebut. Tertulis dalam buku-buku sejarah, dua aliran yang saling bertentangan dalam hal pemikiran teologi yaitu Jabariyah dan Qadariyah.

Makalah ini akan membahas persoalan teologi kedua aliran tersebut, yaitu asal-usul, dasar ajaran dan perbandingan pemikiran teologi terkait dengan perbuatan Tuhan dan perbuatan manusia, dengan lebih mengedepankan telaah institutif, dan tidak secara sosiologis.
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Asal – usul kemunculan qadariyah
Penamaan aliran Qadariyah didasarkan pada pandangan kelompok ini yang percaya akan tidak adanya intervensi Tuhan terhadap perbuatan manusia. Kata Qadara berasal dari bahasa Arab, artinya kemampuan, kekuatan, memutuskan. Dalam bahasa Inggris, sering disebut dengan istilah free will atau free act (kebebasan berkehendak dan kebebasan berbuat).

Arti Qadariyah secara terminologis adalah satu aliran yang percaya akan kebebasan manusia bertindak dan menentukan pilihan perbuatan tanpa peran Tuhan. Setiap manusia adalah pencipta bagi perbuatannya, dengan demikian, kita dapat berbuat sesuatu atau meninggalkannya atas kehendaknya sendiri. Manusia memiliki qudrah atau kekuatan untuk melaksanakan kehendaknya, dapat memilih mana yang baik dan mana yang buruk. Terdapat dua pendapat tentang penamaan aliran Qadariyah; pertama, pendapat yang menyandarkan kepada orang-orang yang berpendapat bahwa manusia adalah pencipta dan memiliki kekuatan mutlak terhadap apa yang akan diperbuatnya, tanpa intervensi apapun dari Tuhan. Dan kedua, adalah orang-orang yang berkeyakinan bahwa qudrah manusia bukan pada penciptaan perbuatan tetapi pada pemilihan dan pelaksanaan perbuatan tersebut.

Secara pasti, tidak dapat diketahui kapan tepatnya aliran Qadariyah ini lahir dan hal ini masih menjadi perdebatan di kalangan ahli sejarah. Pendapat yang populer, mengatakan bahwa faham Qadariyah pertama kali dimunculkan pada akhir masa Sahabat sekitar tahun 70 H/689 M, oleh Ma’bad al-Juhani (w. 80 H/699 M) dan Ghailan ad-Dimasyqi (w. 105 H/722 M).

Ma’bad al-Juhani adalah seorang Taba’i yang dapat dipercaya dan pernah berguru dengan Hasan al-Basri. Sedangkan Ghailan ad-Dimasyqi adalah seorang orator berasal dari Damaskus. Faham Qadariyah diduga berasal dari orang Irak bernama Susan. Susan adalah penganut filsafat Nasrani Sekte Nestorian yang mendirikan sekolah filsafat di Gundisapur, dan berdekatan dengan Basrah. Sekte Nestorian ini mengadopsi filsafat Yunani aliran Epikureanisme (Abiquriyyun), dengan konsepnya : Dikarenakan perbuatan-perbuatan kita adalah bebas, dan kepada merekalah (perbuatan-perbuatan tersebut) dilekatkan pujian dan celaan. Shobarin Syakur, Sejarah Ilmu Kalam dan Pemahaman Qada dan Qadar yang beragama Kristen, kemudian memeluk agama Islam, dan kembali lagi ke Kristen. Dari Susan inilah Ma’bad dan Ghailan mengambil faham tersebut.

Pendapat lain, W. Montgomery Watt menemukan dokumen lain yang menyatakan bahwa faham Qadariyah terdapat dalam Kitab ar-Risalah dan ditulis untuk Khalifah Abdul Malik oleh Hasan al-Basri sekitar tahun 700 M.

Dengan disebutkannya Ma’bad al-Juhani pernah berguru dengan Hasan al-Basri pada keterangan Adz-Dzahabi dalam kitab Mizan al-I’tidal, maka sangat mungkin faham Qadary mula-mula dikenalkan oleh Hasan al-Basri dalam bentuk kajian-kajian keIslaman, kemudian dicetuskan oleh Ma’bad al-Juhani dan Ghailan ad-Dimasyqi dalam bentuk aliran (institusi).

2.2 Doktrin-Doktrin Qadariyah

Dalam kitab Al-Milal wa An-Nihal , pembahasan masalah Qadariyah disatukan dengan pembahasan tentang doktrin-doktrin Mu’tazilah, sehingga perbedaan antara kedua aliran ini kurang begitu jelas. Ahmad Amin juga menjelaskan bahwa doktrin qadar lebih luas di kupas oleh kalangan Mu’tazilah sebab faham ini juga menjadikan salah satu doktrin Mu’tazilah akibatnya, orang menamakan Qadariyah dengan Mu’tazilah karena kedua aliran ini sama-sama percaya bahwa manusia mempunyai kemampuan untuk mewujudkan tindakan tanpa campur tangan tuhan.

Harun Nasution menjelaskan pendapat Ghailan tentang doktrin Qadariyah bahwa manusia berkuasa atas perbuatan-perbuatannya. Mansuia sendiri pula melakukan atau menjauhi perbuatan atau kemampuan dan dayanya sendiri. Salah seorang pemuka Qadariyah yang lain , An-Nazzam , mengemukakan bahwa manusia hidup mempunyai daya dan ia berkuasa atas segala perbuatannya.

Dari beberapa penjelasan diatas ,dapat di pahami bahwa segala tingkah laku manusia dilakukan atas kehendaknya sendiri. Mansuia mempunyai kewenangan untuk melakun segala perbuatan atas kehendaknya sendiri, baik berbuat baik maupun berbuat jahat. Oleh karena itu, ia berhak mendapatkan pahala atas kebaikan yang dilakukannya dan juga berhak mendapatkan pahala atas kebaikan yang dilakukannya dan juga berhak pula memproleh hukuman atas kejahatan yang diperbuatnya.

Seseorang diberi ganjaran baik dengan balasan surga kelak di akhirat dan diberi ganjaran siksa dengan balasan neraka kelak di akhirat,itu berdasarkan pilihan pribadinya sendiri ,bukan akhir Tuhan.Sungguh tidak pantas,manusia menerima siksaan atau tindakan salah yang dilakukan bukan atas keinginan dan kemampuannya sendiri.

Faham takdir dalam pandang Qadariyah bukanlah dalam pengertian takdir yang umum di pakai bangsa Arab ketika itu,yaitu faham yang mengatakan bahwa nasib manusia telah di tentukan terlebih dahulu. Dalam perbuatan-perbuatannya,manusia hanya bertindak menurut nasib yang telah di tentukan sejak azali terhadap dirinya.Dalam faham Qadariyah,takdir itu ketentuan Allah yang di ciptakan-Nya bagi alam semesta beserta seluruh isinya,sejak azali,yaitu hukum yang dalam istilah Al-Quran adalah sunatullah.

Seseorang diberi ganjaran baik dengan balasan surga kelak di akhirat dan diberi ganjaran siksa dengan balasan neraka kelak di akhirat,itu berdasarkan pilihan pribadinya sendiri ,bukan akhir Tuhan.Sungguh tidak pantas,manusia menerima siksaan atau tindakan salah yang dilakukan bukan atas keinginan dan kemampuannya sendiri.

Secara alamiah, sesungguhnya manusia telah mailiki takdir yang tidak dapat diubah. Manusia dalam dimensi fisiknya tidak dapat berbuat lain, kecuali mengikuti hukum alam. Misalnya, manusia ditakdirkan oleh Tuhan tidak mempunyai sirip atau ikan yang mampu berenang dilautan lepas. Demikian juga manusia tidak mempunyai kekuatan. Seperti gajah yang mampu mambawa barang beratus kilogram, akan tetapi manusia ditakdirkan mempunyai daya pikir yang kreatif, demikian pula anggota tubuh lainnya yang dapat berlatih sehingga dapat tampil membuat sesuatu ,dengan daya pikir yang kreatif dan anggota tubuh yang dapat dilatih terampil. Manusia dapat meniru apa yang dimiliki ikan. Sehingga ia juga dapat berenang di laut lepas.
Demikian juga manusia juga dapat membuat benda lain yang dapat membantunya membawa barang seberat barang yang dibawa gajah. Bahkan lebih dari itu, disinilah terlihat semakin besar wilayah kebebasan yang dimiliki manusia. Suatu hal yang benar-benar tidak sanggup diketahui adalah sejauh mana kebebasan yang dimiliki manusia ? siapa yang membatasi daya imajinasi manusia? Atau dengan pertanyaan lain, dimana batas akhir kreativitas manusia?

Dengan pemahaman seperti ini, kaum Qadariyah berpendapat bahwa tidak ada alasan yang tepat untuk menyadarkan segala perbuatan manusia kepada perbuatan tuhan. Doktrin-doktrin ini mempunyai tempat pijakan dalam doktrin islam sendiri. Banyak ayat Al-Qur’an yang mendukung pendapat ini,

2.3 FIRQAH QADARIYAH

Mereka adalah firqah yang mengingkari ilmu Allah terhadap perbuatan hamba-Nya sebelum terjadi dan mereka berkeyakinan bahwa Allah belum membuat ketentuan apapun pada makhluk-Nya. Mereka menyatakan bahwa tidak ada taqdir, semua perkara adalah Unuf .

Dan sebelum perkara terjadi Allah tidak menetukan dan tidak mengetahuinya, bahkan Allah baru mengetahuinya setelah terjadi. Dan mereka menyatakan bahwa Allah bukan pencipta perbuatan hamba dan tidak membuat ketentuan dan ketentuan takdir apa pun.

Mereka sangat mirip dengan kaum Majusi yang meyakini dua tuhan, tuhan cahaya dan tuhan kegelapan sehingga Rasulullah menegaskan bahwa Qadariyah adalah Majusi umat ini, berdasarkan hadits dari Abdullah bin Umar , beliau bersabda : “Qadariyah adalah Majusinya umat ini, jika mereka sakit janganlah kalian menjenguknya dan jika mereka mati janganlah kalian menyaksikan jenazahnya.

Imam Abu Tsaur ditanya tentang Qadariyah, maka beliau menjawab : “Dia adalah orang yang menyatakan bahwa Allah tidak menciptakan perbuatan hamba-Nya, tidak menetukan dan tidak menciptakan perbuatan maksiat pada hamba.

Orang yang pertama kali menggulirkan paham Qadariyah adalah Ma’bad al-Juhani pada akhir masa generasi Shahabat, seperti yang dituturkan Imam Muslim dari Yahya bin Ya’mur, menerut satu riwayat, Ma;bad mengambil faham Qadariyah dari seorang laki-laki Nashrani bernama Susan kemudian pemikiran dan pemahaman itu disebabkan oleh Ghailan ad-Dimasqi, seperti yang dituturkan oleh al-Auza’i.

Kesesatan Qadariyah menimbulkan dua kebi’ahan dalam agama yang sangat besar :
Pertama : Pengingkaran mereka terhadap ilmu Allah yang telah mendahului setiap kejadian, padahal tidak ada suatu kejadian apapun di alam semesta kecuali pasti diketahui Allah.
Kedua : Keyakinan mereka bahwa hamba sendiri yang mempunyai kuasa penuh untuk mewujudkan perbuatan.

2.4 Sebab-sebab munculnya aliran Qadariah

Ada dua sebab utama yang dapat dikategorikan menjadi sebab munculnya faham dan aliran Qadariyah yaitu :

a. Masyarakat Arab yang cenderung fatalis, kehidupan yang serba sulit, faktor alam yang tidak mendukung untuk lepas dari faham tersebut. Agama Islam yang dianut oleh mereka justru menjadikan mereka bertambah dalam ke faham fatalis tersebut. Allah SWT telah menentukan nasib manusia terlebih dahulu, dalam perbuatannya, manusia hanya bertindak menurut nasib yang ditentukan sejak azali. Ada Sunnatullah yang hadir dalam setiap detak dan detik denyut kehidupan semesta ini, dan manusia hanya bertindak menurut nasib yang telah ditentukan.

b. Secara politis, pemerintah yang berkuasa ketika itu, Bani Umayyah, menganut dan menekankan faham fatalis, serta menjadikannya legitimasi kekuasaan yang dipegang. Apa yang menjadi ketetapan penguasa adalah takdir Tuhan, sehingga siapapun yang menentang, maka sama saja dengan menentang ketentuan Tuhan. Hadirnya Qadariyah dianggap sebagai hambatan dan dukungan kepada kelompok yang kritis terhadap rezim. Faham Takdir yang dikembangkan Qadariyah sangat berbeda dengan keyakinan pemerintah.

Seiring perjalanan penyebaran faham ini, Ma’bad al-Juhani terlibat dalam gerakan politik menentang pemerintahan Umayyah. Beliau memihak kepada ‘Abdurrahman ibn al-Asy’as, Gubernur Sajistan wilayah kekuasann Bani Umayyah. Dan pada satu pertempuran, Ma’bad al-Juhani terbunuh pada tahun 80H.

Ghailan ad-Dimasyqi menjadi penerus aliran Qadariyah pasca terbunuhnya Ma’bad al-Juhani. Faham ini menyebar luas ke wilayah Damaskus, namun mendapat larangan dari Khalifah Umar bin Abdul Aziz.

Setelah Umar bin Abdul Aziz wafat, penyebaran faham ini dapat berlangsung lama, tapi Ghailan dihukum mati oleh Khalifah Hisyam bin Malik (724-743 M). Ada dialog singkat sebelum dia dibunuh :

“Manusia berkuasa atas perbuatan-perbuatannya, manusia sendirilah yang melakukan perbuatan-perbuatan baik atas kehendak dan kekuasaannya sendiri. Dan manusia sendiri yang melakukan atau menjauhi perbuatan-perbuatan jahat atas kemauan dan dayanya sendiri”

2.5 Dasar Ajaran
Faham Qadariyah, bukanlah faham yang semata-mata disandarkan kepada akal fikiran saja. Terbukti, mereka banyak menjadikan ayat-ayat al-Qur’an sebagai pijakan dan penafsiran faham mereka, antara lain :

a. QS. Al-Kahfi : 29

               •                 

Artinya : Dan Katakanlah: “Kebenaran itu datangnya dari Tuhanmu; Maka barangsiapa yang ingin (beriman) hendaklah ia beriman, dan barangsiapa yang ingin (kafir) Biarlah ia kafir”. Sesungguhnya kami Telah sediakan bagi orang orang zalim itu neraka, yang gejolaknya mengepung mereka. dan jika mereka meminta minum, niscaya mereka akan diberi minum dengan air seperti besi yang mendidih yang menghanguskan muka. Itulah minuman yang paling buruk dan tempat istirahat yang paling jelek.

b. QS. Ali Imran : 165

                •      
165. Dan Mengapa ketika kamu ditimpa musibah (pada peperangan Uhud), padahal kamu Telah menimpakan kekalahan dua kali lipat kepada musuh-musuhmu (pada peperangan Badar), kamu berkata: “Darimana datangnya (kekalahan) ini?” Katakanlah: “Itu dari (kesalahan) dirimu sendiri”. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

c. QS. Ar-Ra’d : 11

                             •         

11. Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak merobah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merobah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, Maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia.

d. QS. An-Nisaa : 111

            

111. Barangsiapa yang mengerjakan dosa, Maka Sesungguhnya ia mengerjakannya untuk (kemudharatan) dirinya sendiri. dan Allah Maha mengetahui lagi Maha Bijaksana.

e. QS. Fussilat : 40

•            •   •              

40. Sesungguhnya orang-orang yang mengingkari ayat-ayat kami, mereka tidak tersembunyi dari kami. Maka apakah orang-orang yang dilemparkan ke dalam neraka lebih baik, ataukah orang-orang yang datang dengan aman sentosa pada hari kiamat? perbuatlah apa yang kamu kehendaki; Sesungguhnya dia Maha melihat apa yang kamu kerjakan.

f. QS. As-Sajadah : 40

                          

4. Allah lah yang menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya dalam enam masa, Kemudian dia bersemayam di atas ‘Arsy[1188]. tidak ada bagi kamu selain dari padanya seorang penolongpun dan tidak (pula) seorang pemberi syafa’at[1189]. Maka apakah kamu tidak memperhatikan?

[1188] bersemayam di atas ‘Arsy ialah satu sifat Allah yang wajib kita imani, sesuai dengan kebesaran Allah dsan kesucian-Nya.
[1189] Syafa’at: usaha perantaraan dalam memberikan sesuatu manfaat bagi orang lain atau mengelakkan sesuatu mudharat bagi orang lain. syafa’at yang tidak diterima di sisi Allah adalah syafa’at bagi orang-orang kafir.

Dari ayat-ayat di atas, faham tentang taqdir ini meluas dan berkembang. Dalam Kitab al-Milal wan Nihal, pembahasan masalah Qadariyah disatukan dengan pembahasan doktrin-doktrin Mu’tazilah, sehingga perbedaan kedua aliran ini tidak begitu jelas. Ahmad Amin juga menjelaskna bahwa doktrin Qadar lebih luas dikupas oleh kalangan Mu’tazilah, sebab faham ini juga menjadikan salah satu doktrin Mu’tazilah. Akibatnya orang menamakan Qadariyah dengan Mu’tazilah karena kedua lairan ini sama-sama percaya bahwa manusia mempunyai kemampuan untuk mewujudkan tindakan tanpa campur tangan Tuhan. Dalam faham Qadariyah, Takdir difahami sebagai ketentuan Allah yang diciptakannya bagi alam semesta beserta seluruh isinya sejak azali, yaitu hukum alam yang dalam isltilah al-Qur’an disebut Sunnatullah. Seseorang diberi ganjaran baik dengan balasan surga kelak di akhirat. Dan seseorang akan diberi ganjaran siksa di neraka. Semua ini atas pilihan sadar manusia sendiri, bukan pilihan akhir Tuhan. Tidaklah pantas manusia menerima siksaan atas tindakan salah yang dilakukan bukan atas keinginan dan kemampuannya sendiri.

Kemudian, dengan potensi yang diberikan Tuhan, manusia dapat mengembangkan sunnatullah yang ada. Contoh; manusia yang ditakdirkan tidak dapat mengangkat beban seperti kekuatan gajah. Tapi potensi yang ada, manusia dapat berfikir mengangkat dengan menggunakan alat. Kreatifitas inilah yang menjadi keyakinan aliran ini. Hanya saja faham ini masih menyisakan pertanyaan, sejauh mana kebebasan yang dimiliki manusia? Siapa yang membatasi daya imajinasi manusia? Dimana batas akhir kreatifitas manusia?

Dilihat dari pendapat di atas, Qadariyah yang ada, lebih cenderung kepada pendapat yang mengatakan bahwa aliran Qadariyah disandarkan kepada orang-orang yang meyakini adanya sunnatullah sebagai alternative-alternatif pilihan yang diciptakan Tuhan dan manusia mempunyai kebebasan untuk memilih dan menentukan perbuatan tersebut.

Berbeda dengan apa yang penulis baca pada makalah Zainal Abidin Syamsuddin, Lc. Beliau mengutip Hadits dari Abdullah ibn Umar : Nabi SAW bersabda : Qadariyah adalah majusinya umat ini, jika mereka sakit janganlah kalian menjenguknya dan jika mereka mati janganlah kalian menyaksikan jenazahnya.
BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Konsep Pemikiran Qadariyah tentang Perbuatan Tuhan dan Perbuatan Manusia

Tuhan adalah pencipta alternative atau pilihan takdir. Alternatif ketentuan Allah yang diciptakan bagi alam semesta beserta seluruh isinya sejak azali, yaitu hukum alam yang dalam istilah al-Qur’an disebut Sunnatullah.
Manusia menjadi penentu akhir perbuatan yang akan dilakukannya, karena memiliki kekuatan dan kemampuan untuk memilih yang baik atau yang buruk tanpa intervensi Tuhan.
Seseorang diberi ganjaran baik dengan balasan surga kelak di akhirat. Dan seseorang akan diberi ganjaran siksa di neraka. Semua ini atas pilihan sadar manusia sendiri, bukan pilihan akhir Tuhan. Tidaklah pantas manusia menerima siksaan atas tindakan salah yang dilakukan bukan atas keinginan dan kemampuannya sendiri.
DAFTAR PUSTAKA
Abbas, Siradjudin, I’tiqad Ahlussunnah wal Jama’ah, Jakarta: Pustaka Tarbiyah, 1971.
Al-Mishri, Muhammad Abdul Hadi, Manhaj dan Aqidah Ahlussunnah wal Jama’ah, Menurut Pemahaman Ulama Salaf, Jakarta: Gema Insani Press, 1992.
Mu’in, M. Taib Abdul, Ilmu Kalam, Jakarta: Widjaya, 1997.
Nasir, Sahilun A., Pengantar Ilmu Kalam, Jakarta: Rajawali Press, 1991.
Nasution, Harun, Teologi Islam, Aliran-aliran Sejarah Analisa Perbandingan, Jakarta: UI Press, 2002.
Harun Nasution, Teologi Islam: Aliran-aliran, sejarah analisa perbandingan,

LINK :

http://www.ahmad-mubarok.blogspot.com/2008/09/ilmu-kalam.html

http://ibnuramadan.wordpress.com/category/qadariyah/

http://peziarah.wordpress.com/2007/03/07/jabariyah-dan-qadariyah/

http://artikelthoyib.blogspot.com/2010/01/qadariyah.html